
Semarang, 18 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi dan memperkuat daya saing di tingkat global, perwakilan STAI Tanbihul Ghofilin Banjarnegara mengikuti kegiatan workshop bertajuk “Transformasi Tata Kelola Perguruan Tinggi Menuju World Class University (WCU)” yang diselenggarakan pada tanggal 17–18 Juni 2026 di Hotel New Puri Garden Semarang.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pimpinan dan pengelola perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS), serta menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Musahadi, M.Ag. selaku Rektor UIN Walisongo Semarang, pengurus APTIKIS, pengurus Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, dan Prof. Dr. Ahmad Arifi, M.Ag. dari Kopertais Wilayah III DIY.
Dalam sesi motivasi, Prof. Musahadi menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini membutuhkan kreativitas (creativity) dan inovasi (innovation) sebagai modal utama untuk mencapai predikat World Class University. Menurut beliau, perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan yang luar biasa bagi perguruan tinggi dalam mengakses informasi dan pengetahuan dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana percepatan peningkatan mutu akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Arifi menjelaskan bahwa arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini mengacu pada amanat Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang menekankan pentingnya adaptasi perguruan tinggi terhadap standar internasional. Menurut beliau, perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika global agar tetap relevan dan kompetitif.
Lebih lanjut, Prof. Arifi menyampaikan tiga tren utama perkembangan pendidikan tinggi yang perlu menjadi perhatian seluruh perguruan tinggi, yaitu:
- Digitalisasi, yang mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, layanan akademik, dan tata kelola institusi.
- Kolaborasi Global, yang menuntut perguruan tinggi untuk memperluas jejaring kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Tuntutan Relevansi, yaitu kemampuan perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, masyarakat, dan perkembangan zaman.
Selain itu, beliau menekankan bahwa setiap program studi harus memiliki distingsi (keunikan dan keunggulan khas) yang membedakannya dari program studi sejenis di perguruan tinggi lain. Distingsi tersebut harus dirumuskan secara jelas, disertai indikator dan target ketercapaian yang terukur sehingga dapat menjadi arah pengembangan program studi secara berkelanjutan.
Kegiatan ini memberikan wawasan strategis bagi peserta mengenai langkah-langkah transformasi tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada standar internasional. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat menjadi pijakan dalam mempercepat transformasi kelembagaan STAI Tanbihul Ghofilin Banjarnegara menuju perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.


